Laporan Pratikum Guna Memenuhi Tugas Pendidikan Fisika Mengenai Pembuatan Bel Listrik

 



Laporan Pratikum

Guna Memenuhi Tugas Pendidikan Fisika

Mengenai Pembuatan Bel Listrik

Guru pembimbing fisika 

rose s.pd

 

download

Disusun oleh :

ina

XII IPA 2

 

 

SMA NEGERI 18 BATAM

 

Kata  pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul  Strategi dakwah masuknya islam di Indonesia  Ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas guru  pada bidang agama islam. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang topik Strategi dakwah masuknya islam di Indonesia  bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada pak laila s.pd  selaku guru bidang studi pendidikan agama islam  yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.

Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

 

 

 

 

 

BATAM

20 f FEBUARI  2021

 

 

 

 

Penulis

 

 


BAB I

 

1.1       LATAR BELAKANG

Joseph Henry (17 Desember 1797 - 13 Mei 1878) adalah seorang ilmuwan Amerika yang menjabat sebagai Sekretaris pertama dari Smithsonian Institution, serta anggota pendiri dari Institut Nasional untuk Promosi Science, prekursor Smithsonian Institution. Ia sangat dihormati selama hidupnya. Sambil membangun elektromagnet, Henry menemukan fenomena elektromagnetik induktansi diri. Dia juga menemukan induktansi independen dari Michael Faraday, meskipun Faraday adalah orang pertama yang mempublikasikan hasil. Henry mengembangkan elektromagnet dalam perangkat praktis. Dia menciptakan prekursor kepada bel listrik (khusus lonceng yang bisa dibunyikan di kejauhan melalui kawat listrik, 1831) dan estafet listrik (1835). Satuan SI induktansi, yang dinamakan henry, untuk menghormatinya. Karya Henry pada relay elektromagnetik adalah dasar dari telegraf listrik praktis, diciptakan oleh Samuel Morse dan Charles Wheatstone secara terpisah.

Penggunaan Bel Listrik jenis Elektromagnetik ini banyak kita temui pada sistem keamanan dan keselamatan yang terdapat di Pabrik, Hotel maupun Pusat Perbelanjaan dengan mempergunakannya sebagai Alarm Kebakaran (Fire Alarm). Selain itu, Bel Listik juga sering digunakan sebagai Alarm Maling dan juga Lonceng di Sekolah.

Salah satu Bel Listrik dengan prinsip Elektromagnetik yang sering digunakan adalah Bel Listrik yang berbentuk “Interrupter Bell” yaitu jenis Bel Listrik yang dapat menghasilkan suara secara terus menerus ketika diberikan arus listrik.

 

1.2              Tujuan

1.1.1.    Siswa dapat mengetahui rangkaian bel listrik.

1.1.2.  Siswa dapat mengetahui bagaimana cara untuk membuat

 bel listrik  sendiri 

1.1.3.  Siswa dapat mengetahui cara kerja bel listrik.

 

1.3          Alat dan bahan

 

1.         Papan                           6.         buzzer

2.         Kabel                           7.         Lem

3.         Sekrup                         8.        Tempat baterai

4.         Saklar

5.         Batreai

 

1.4             Prosedur

proses pembuatan bel listrik

1.4.1        .tempelkan buzzer menggunakan lem di papan

1.4.2        Tempelkan tempat baterai  mengunakan lem di papan

1.4.3        Tempelkan sakelar di papan  menggunakan lem

1.4.4        Terdapat dua kabel pada tempat baterai warna merah dan hitam

1.4.5        Pada sambungan kabel warna merah di lilitkan atau di sambungkan  ke sakelar .

1.4.6        pada kabel warna hitam di lilitkan atau di sambungkan dengan buzzer

1.4.7        Buzzer terdapat 2 sambungan kabel ,

1.4.8        warna hitam di sambungkan ke tempat baterai .

1.4.9        warna merah di sambungkan ke sakelar

1.4.10    baterai yang tadi sudah di sediakan di pasang di tempat baterai

1.4.11    .gunakan urutan yang sesuai dalam membuat aliran listrik tersebut sesuai komponen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       DASAR TEORI

Banyak sekali pemanfaatan elektromagnetik dalam kehidupan kita, salah satunya adalah bel listrik. Bel listrik bekerja menggunakan prinsip elektromagnetik yaitu pembuatan magnet sementara dengan cara dialiri arus listrik. Pada bel listrik yang di hasilkan dari sebuaha buzzer termasuk medan magnet selenoida,pada bel ini menggunakan buzzer,Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi getaran suara. Buzzer ini biasa dipakai pada sistem alarm. Juga bisa digunakan sebagai indikasi suara. Buzzer adalah komponen elektronika yang tergolong tranduser. Sederhananya buzzer mempunyai 2 buah kaki yaitu positive dan negative. Untuk menggunakannya secara sederhana kita bisa memberi tegangan positive dan negative 3 - 12V.

Cara Kerja Buzzer pada saat aliran listrik atau tegangan listrik yang mengalir ke rangkaian yang menggunakan piezoeletric tersebut. Piezo buzzer dapat bekerja dengan baik dalam menghasilkan frekwensi di kisaran 1 - 6 kHz hingga 100 kHz.

 

Buzzer ini bisa kita coba tanpa menggunakan board arduino yang diprogram. Jadi kita hanya beri inputan tegangan 3 - 12 V (Tegangan Kerja Buzzer). Buzzer mempunyai nilai impedansi sama seperi speaker. Jika nilai impedansi kurang dari 10 ohm kita bisa langsung menghubungkan ke arduino dan jika impedansi yang lebih besar kita akan membutuhkan driver untuk mengangkat arus yang masuk ke buzzer. Kita bisa menggunakan rangkaian transistor.

kaki positive sambungkan pada batere kutub positive dan kaki negative di sambungkan pada batere kutub negative. Maka buzzer langsung berbunyi "beep beep". Kita juga bisa menggunakan rangkaian diatas untuk mengetes apakah buzzer berfungsi atau tidak.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

3.1       hasil

3.2       kesimpulan

Bel listrik sangat banyak berguna sekali , di dalam laporan ini bel listrik yang di gunakan adalah jenis bel elektromagnetik selenoida, yaitu buzzer cara kerja buzzer kaki positive sambungkan pada batere kutub positive dan kaki negative di sambungkan pada batere kutub negative. Maka buzzer langsung berbunyi "beep beep". Kita juga bisa menggunakan rangkaian diatas untuk mengetes apakah buzzer berfungsi atau tidak.

 

3.3       saran

 

Semoga laporan ini bisa  bermanfaat kepada pihak pembaca , dan dapat membantu siswa atau pembaca bagaimana cara membuat bel listrik lebih sederhana dan dapat memberikan informasi penting bahwa elektromagnetik bisa di hasil kan dari sebuah alat yaitu buzzer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Alonso finn.1992.Dasar-dasar Fisika Universitas,Edisi kedua.jakarta: Erlangga

Komentar

Postingan Populer